Cara Pemijahan / Memijahkan Ikan Mas Yang Baik

Teknik / cara memijahkan (pemijahan) ikan mas secara alami maupun buatan sebenarnya sama saja. Tujuan utamanya yaitu untuk mengawinkan antara induk ikan mas jantan dengan betina yang telah cukup dewasa. Pemijahan ikan mas biasanya dilakukan pada kolam berbentuk persegi panjang dengan pamasukan dan pengeluaran air yang lancar. Jika dibandingkan dengan ikan peliharaan jenis lainnya, kolam pemijahan ikan mas mempunyai bentuk yang lebih beragam sesuai daerah pertama kali mengembangkannya. Beberapa bentuk kolam ikan mas tersebut antara lain sebagai berikut.

teknik cara pemijahan memijahkan mengawinkan ikan mas

Cara Sunda
Kolam pemijahan berukuran 20-30 meter persegi terletak terpisah dengan kolam penetasan. Dasar kolam sedikit berlumpur dengan manipulasi lingkungan (pengeringan dasar kolam dan pemasukan air baru) untuk merangsang induk agar memijah. Alat penempel telur berupa ijuk yang dijepit bambu atau biasa disebut kabakan, dipasang ditengah kolam antara tiang bambu.

Cara Cimindi
Kolam pemijahan terletak disudut kolam dan bersifat sementara. Induk yang telah memijah dipindahkan ke kolam induk, sedangkan kakaban tetap disimpan di kolam pemijahan. Pematang antara dibuka seminggu kemudian, sehingga benih yang telah menetas dapat berpindah ke kolam yang lebih luas dimana telah tersedia makanan alaminya. Penangkapan benih dilakukan 2-3 minggu setelah penetasan

Cara Rancapaku
Sama seperti cara cimindi, bedanya pematang antara dibuat dari tumpukan batu, sedangkan alat penempel telurnya dari rumput yang terapung.

Cara Sumatera Tengah
Kolam pemijahan berukuran 5 meter persegi, Bahan pemnempel telur dibuat dari ijuk yang dihamburkan. Penetasan telur dilakukan di kolam pemijahan. Setelah selesai memijah, induk dipindahkan terlebih dahulu. Kolam dikeringkan  5 hari kemudian untuk memindahkan benih ke kolam pembenihan atau sawah. namun cara ini sudah jarang sekali digunakan

Cara Dubbish
Cara ini berasal dari Jerman, dengan mempergunakan kolam dengan luas kurang lebih 25-50 meter persegi. Alat penempel telur yang digunakan adalah rumput yang sengaja ditumbuhkan pada bagian tengah kolam setinggi 40 cm. Pada bagian pinggirnya dibuat parit selebar 60 cm dari dasar pematang. Induk dipindahkan ke kolam lain setelah memijah, sedangkan benihnya ditangkap setelah umur 5 hari dan dipindahkan ke kolam pembenihan.

Cara Hofer
Cara ini merupakan dari cara Dubbish. Rumput ditumbuhkan didepan aliran air masuk untuk menghindari kekeruhan. Ketinggian air bervariasi, yaitu 40 cm pada aliran masuk dan kurang lebih 70 cm pada aliran air keluar


Nah dari keenam cara pemijahan diatas, yang paling banyak digunakan yaitu cara sunda. Cara ini kemudian di modifikasi dengan penetasan telur dilakukan pada hapa (kantong nylon berukuran 2x2x1) dengan mencuci kakaban terlebih dahulu agar bersih dari lumpur. Dengan cara penetasan di hapa, maka benih yang diperoleh bisa lebih banyak.

Itulah sedikit artikel mengenai gambaran cara / teknik pembenihan (pembibitan) ikan mas melalui proses pemijahan atau memijahkan. Semoga informasinya bisa menambah wawasan dan pengetahuan anda
Advertisement

0 Komentar untuk "Cara Pemijahan / Memijahkan Ikan Mas Yang Baik"